Market Focus 13-17 April 2026: Gagalnya Negoisasi AS-Iran dan Gejolak Pasar Minyak

117

(Vibiznews – Economy) – Fokus investor sebagai sentimen perdagangan pekan ini (13-17 April 2026) dampak dari gagalnya negoisasi Amerika Serikat-Iran di Pakistan terhadap  harga minyak dunia yang pekan lalu sudah anjok 12% lebih untuk jenis Brent.

Gagalnya negoisasi tersebut memicu harga minyak mentah kembali melonjak lebih dari 8% menjadi di atas $100 per barel menyusul pengumuman Presiden Trump tentang blokade AS terhadap Selat Hormuz setelah negosiasi Iran gagal.

Dari sisi laporan ekonomi yang juga diperhatikan berupa data harga produsen di AS, data neraca perdagangan dan produksi industri  kawasan Eropa serta data dari Tiongkok seperti PDB, neraca perdagangan, produksi industri, penjualan ritel dan  pengangguran.

Pekan ini sepi untuk rilis data ekonomi Eropa, namun akan tetap menyoroti perkembangan geopolitik di Ukraina yang penting bagi perekonomian Eropa.

Dari laporan kuartalan perusahaan-perusahaan besar, dimana akan dirilis kinerja keuangan JPMorgan, Goldman Sachs, Bank of America, dan BlackRock. Dan dari kebijakan moneter, pekan ini akan memperhatikan beberapa pidato pejabat Fed.

Pasar Amerika Serikat

  • Perusahaan-perusahaan besar yang akan melaporkan hasil kuartalan seperti  Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Bank of America, Wells Fargo, Citigroup, Morgan Stanley, BlackRock, Johnson & Johnson, Abbott Laboratories, PepsiCo, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company, dan Netflix.
  • Beberapa pejabat Federal Reserve juga dijadwalkan untuk berbicara, yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang prospek kebijakan, terutama setelah laporan CPI bulan Maret menunjukkan inflasi naik ke level tertinggi dua tahun.
  • Untuk data indeks harga produsen (PPI) bulan Maret   diperkirakan melonjak 1,2% secara bulanan, sementara PPI inti diperkirakan naik 0,5%, sama dengan laju bulan Februari.
  • Data pertumbuhan produksi industri kemungkinan melambat menjadi 0,1%, dan penjualan rumah yang ada diperkirakan akan menurun menjadi 4,01 juta dari 4,09 juta pada bulan Februari.

Inggris

  • Ada beberapa data ekonomi penting Inggris yang dapat mempengaruhi pasar seperti data PDB bulanan, data inflasi akhir untuk bulan Maret,  data penjualan ritel, neraca perdagangan, produksi industri serta pasar ketenagakerjaan.
  • Dari sisi kebijakan moneter akan ada momentum pidato Gubernur BOE.

Eurozone

  • Akan dirilis neraca perdagangan, produksi industri dan data  inflasi akhir untuk bulan Maret  secara kawasan.
  • Di Jerman, data harga grosir  juga akan mengungkap wawasan tentang dampak pasokan LNG yang ketat.
  • Di sisi kebijakan moneter, Bank Sentral Eropa (ECB) akan mempublikasikan laporan keuangan mereka dari keputusan kebijakan moneter terakhir.
  • Di bidang politik, pemilihan parlemen di Hongaria akan dipantau ketat oleh dunia karena akan membentuk kebijakan Uni Eropa dan hubungannya dengan ekonomi utama lainnya.
  • Dari laporan kuartalan perusahaan akan dirili data kinerja keuangan dari ASML, LVMH, Hermes, dan BMW.

Pasar Asia Pasifik

  • Di Tiongkok,  kalender data ekonomi yang padat akan memberikan wawasan baru bagi investor tentang kinerja ekonomi. Pertumbuhan PDB untuk kuartal pertama diperkirakan akan meningkat menjadi 5,0% dari 4,5% pada kuartal keempat tahun 2025. Surplus perdagangan negara itu juga diproyeksikan sedikit melebar menjadi $112 miliar pada bulan Maret, naik dari $101,9 miliar setahun sebelumnya. Sementara itu, produksi industri dan penjualan ritel kemungkinan melambat pada bulan Maret, sementara tingkat pengangguran diperkirakan sedikit turun menjadi 5,2% dari 5,3%. Pinjaman yuan baru diperkirakan akan meningkat lebih lanjut menjadi CNY 3,4 triliun.
  • Di Jepang, kalender ekonomi relatif sepi. Ada data pesanan mesin diperkirakan akan kembali menurun pada bulan Februari, sementara indeks Reuters Tankan dan angka produksi industri final juga akan dirilis.
  • Di Australia, survei kepercayaan bisnis NAB dan indeks kepercayaan konsumen Westpac akan memberikan wawasan tentang sentimen. Pasar tenaga kerja juga menjadi fokus, dengan perekonomian diperkirakan telah menambah sekitar 20.000 pekerjaan pada bulan Maret, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap stabil di 4,3%.