Pertemuan AS-Iran Gagal Mencapai Kesepakatan; Akankah Perang Berlanjut Kembali?

84

(Vibiznews – Economy & Business) Perkembangan perang di Timur Tengah masih menjadi faktor penting yang diperhatikan untuk pergerakan pasar investasi global.

Setelah gencatan senjata dua minggu yang disetujui AS-Iran, maka di akhir pekan dimulai pembicaraan AS dengan Iran untuk membahas poin-poin penting untuk mencapai kesepakatan penghentian perang.

Namun pada akhir pekan, dilaporkan bahwa pembicaraan AS-Iran tidak menemukan kesepakatan.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pada hari Minggu bahwa pembicaraan tingkat tinggi antara AS dan Iran berakhir tanpa kesepakatan setelah para pejabat Iran menolak untuk menerima persyaratan Amerika.

Berbicara dalam konferensi pers di Islamabad, Pakistan, Vance mengatakan Iran “telah memilih untuk tidak menerima persyaratan kami.”

Wakil presiden mengatakan pembicaraan dengan pejabat Iran berlangsung selama 21 jam, menggambarkannya sebagai “diskusi substantif,” tetapi menambahkan bahwa AS tidak bersedia berkompromi pada “garis merahnya.”

“Jadi kami kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kami, hal-hal apa yang bersedia kami akomodasi dan hal-hal apa yang tidak bersedia kami akomodasi,” tambah Vance. “Dan kami telah menjelaskannya sejelas mungkin, tetapi mereka memilih untuk tidak menerima persyaratan kami.”

Vance tiba di Pakistan pada Sabtu pagi untuk memimpin negosiasi penting dengan Iran yang bertujuan untuk mempertahankan gencatan senjata yang diumumkan oleh Trump awal pekan ini dan mencegah perang regional yang lebih luas.

Vance didampingi oleh Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu Trump, sebagai bagian dari delegasi senior yang bertemu dengan para pejabat Iran di Islamabad.

Pasar akan mencermati perkembangan selanjutnya. Meskipun masih dalam kondisi gencatan senjata, kegagalan pertemuan AS-Iran dapat memungkinkan perang berlangsung kembali.