(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir turun pada hari Senin, terpicu kenaikan harga minyak.
Harga emas spot berakhir turun 0,17% pada $4.740,45 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Juni 2026 berakhir turun 0,42% pada $4.767,4 per ons.
Lihat : Harga Beli Emas Antam Hari Selasa 14 April 2026, Melonjak Rp45.000; Harga Buyback Melonjak Rp54.000
Kenaikan harga minyak mentah pada hari Senin meningkatkan risiko inflasi dan dapat mendorong bank sentral dunia untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat, faktor bearish untuk logam mulia.
Namun pelemahan harga emas berkurang, setelah dolar AS kehilangan penguatan awal dan berbalik melemah.
Demikian juga, kekhawatiran tentang eskalasi perang AS-Iran meningkatkan permintaan logam mulia sebagai aset safe-haven setelah Presiden Trump memerintahkan blokade angkatan laut penuh di Selat Hormuz.
Malam nanti akan dirilis data PPI AS bulan Maret, yang diindikasikan meningkat.
Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa Iran masih ingin membuat kesepakatan dan menghubungi AS untuk negosiasi perdamaian saat AS memulai blokade di Selat Hormuz. Pernyataan Trump memicu penurunan harga minyak dengan harapan negosiasi perdamaian membuka distribusi minyak mentah dapat berjalan lebih baik.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas akan dapat bergerak naik dengan penurunan harga minyak, dapat memicu penurunan inflasi yang memicu bank sentral global dapat menurunkan suku bunga. Namun jika data PPI AS Maret terealisir naik dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga emas.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $4.779-$4.817. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $4.674-$4.607.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $4.820-$4.873. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $4.667-$4.568.



