(Vibiznews – Indeks) – Rally saham Hong Kong selama 3 hari berturut terhenti pada perdagangan hari Jumat (17/4/2026) karena sentimen pasar menjadi waspada terhadap prospek kesepakatan gencatan senjata AS-Iran yang lancar.
Indeks harian Hang Seng anjok dari posisi tertinggi dalam 6 pekan lebih, namun secara mingguan lanjutkan kenaikan masuki pekan ketiga berturut dengan naik 1,8%.
Suasana pasar dipengaruhi oleh laporan bahwa Presiden AS Donald Trump menyatakan keyakinannya akan penyelesaian konflik yang cepat, menunjukkan bahwa Iran telah menyetujui beberapa syarat utama termasuk mengurangi ambisi nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz.
Ia juga mengumumkan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon, yang dipandang sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung negosiasi lebih lanjut dengan Teheran.
Terlepas dari perkembangan ini, investor tetap waspada terhadap risiko implementasi, dengan kurangnya kejelasan mengenai kesepakatan yang langgeng membuat selera risiko tetap terkendali, sehingga memicu aksi ambil untung setelah kenaikan baru-baru ini karena harga energi berfluktuasi dan ketidakpastian geopolitik terus berlanjut.
Indeks Hang Seng ditutup turun 0,9% dan ditutup pada 26.160, demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun 0,67% menjadi 8845,02.
Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan April 2026 bergerak negatif dengan berakhir turun 0,64% menjadi 26182.
Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan dan bebani Hang Seng antara lain Tencent Holdings (-1,3%), Meituan Class (-2,4%), Xiaomi Corporation (-0,2%), Pop Mart (-3,5%), dan AIA Group (-3,2%).



