Rally Saham Nikkei 17 April Terhenti dan Retreat dari Posisi Rekor Tertinggi

147
nikkei
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Rally saham di bursa Jepang terhenti oleh aksi ambil untung investor  yang berhati-hati pada perdagangan hari Jumat (17/4/2026) jelang perundingan kedua AS-Iran.

Indeks harian Nikkei ditutup retreat dengan mundur dari posisi rekor tertinggi yang dicapai sebelumnya. Namun secara mingguan, cetak gain yang cukup signifikan melanjutkan kekuatan pekan sebelumnya.

Dalam perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa konflik dengan Iran dapat segera berakhir, dengan mengatakan Teheran telah menyetujui persyaratan termasuk meninggalkan ambisi nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz.

Ia juga mengumumkan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon, sebuah langkah yang dapat membantu memajukan pembicaraan AS-Iran lebih lanjut.

Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda tidak memberikan sinyal yang jelas tentang suku bunga menjelang keputusan kebijakan bank sentral bulan ini, menyoroti tantangan dalam menyeimbangkan risiko kenaikan inflasi dengan risiko penurunan pertumbuhan.

Indeks harian Nikkei turun 1,75% dan ditutup pada 58.476, demikian untuk indeks Topix anjlok 1,41% menjadi 3.760,81.

Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Juni 2026 anjlok 1,33% pada posisi 58800.

Secara sektoral, saham-saham teknologi dan terkait AI memimpin penurunan dengan kerugian yang signifikan pada saham Kioxia Holdings (-9,6%), Fujikura (-2,7%), Advantest (-1,8%), SoftBank Group (-2,6%), dan Lasertec (-4,4%).