(Vibiznews – Commodity) Harga perak turun pada hari Senin, akibat ketegangan yang kembali meningkat di Selat Hormuz mendorong harga minyak naik tajam, memicu kekhawatiran peningkatan inflasi.
Harga perak spot bergerak turun 1,8% pada $79,39.
Harga perak berjangka kontrak Mei 2026 bergerak turun 2,9% pada $79,48.
Terpantau harga minyak mentah berjangka WTI melonjak 5,6% pada $88,59 per barel.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan untuk berhenti saat meninggalkan Hormuz.
Iran juga menyatakan mengambil kembali kendali atas Selat Hormuz, dengan alasan bahwa blokade AS terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Iran melanggar perjanjian gencatan senjata.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan, harga perak dapat bergerak turun dengan penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak. Peningkatan harga minyak dapat memicu kenaikan inflasi, yang mendorong bank sentral global akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga, faktor bearish bagi harga perak.
Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $78,56-$77,55. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $80,67-$81,77.
Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $78,72-$77,70. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $80,76-$81,78.



