(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD terkoreksi dari kisaran tertinggi 3 pekan pada perdagangan forex Eropa hari Selasa (21/4/2026) karena investor mempertimbangkan situasi yang berkembang di Timur Tengah dan data pasar tenaga kerja Inggris yang baru.
Poundsterling Inggris bertahan di dekat $1,35 merespon berita Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi bahwa gencatan senjata dua minggu antara Washington dan Teheran akan berakhir pada Rabu malam, waktu AS.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance dan delegasi Iran diperkirakan akan tiba di Pakistan hari ini untuk pembicaraan perdamaian.
Dari laporan ketenagakerjaan Inggris terkini, tingkat pengangguran turun menjadi 4,9% dalam tiga bulan hingga Februari 2026, turun dari 5,2% pada bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar.
Namun, pertumbuhan upah, termasuk bonus, melambat menjadi 3,8%, dan menjadi 3,6% tidak termasuk bonus, keduanya sedikit di atas perkiraan. Jumlah pekerja di Inggris turun 11.000 pada bulan Maret, penurunan paling tajam sejak November 2025, yang mencerminkan tekanan ekonomi akibat konflik tersebut.
Secara teknikal, pair sedang meluncur menuju posisi support kuat hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan bergerak ke support berikutnya.
Kini pair berada di posisi 1.3493 yang sedang turun menuju 1.3488, jika tembus bergerak ke support lemahnya di S2.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3460 akan berbalik arah dan mendaki menuju posisi 1.3538, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten kuatnya di kisaran 1.3560.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3632 | 1,3587 | 1,3560 | 1.3515 | 1.3488 | 1.3446 | 1.3417 |



