(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD yang sempat rebound di sesi Asia kembali tertekan di kisaran terendah 2 pekan pada perdagangan forex Eropa hari Kamis (23/4/2026) akibat meningkatnya ketegangan AS-Iran.
Poundsterling sempat bergerak lebih tinggi merespon data flash PMI April yang menunjukkan aktivitas bisnis Inggris pulih setelah perlambatan akibat perang pada bulan Maret. Data PMI Komposit naik menjadi 52 pada bulan April, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 49,8 dan angka sebelumnya sebesar 50,3.
Sementara itu, dolar AS mempertahankan tren yang cukup kuat di tengah kuatnya permintaan safe haven akibat ketegangan yang berkelanjutan di sekitar Selat Hormuz.
Secara teknikal, pair sedang meluncur masuki posisi support dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan tertekan terus ke support berikutnya.
Kini pair berada di posisi 1.3477 yang sedang turun menuju 1.3465, jika tembus bergerak ke support lemahnya di S3.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3470 akan berbalik arah dan mendaki menuju posisi 1.3508, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten kuatnya di kisaran 1.3525.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3568 | 1,3552 | 1,3525 | 1.3508 | 1.3483 | 1.3465 | 1.3438 |



