(Vibiznews-Forex) – Aussie dolar dalam pair AUDUSD berusaha naik dari kisaran terendah sepekan lebih pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (24/4/2026) di tengah kenaikan harga minyak mentah akibat penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan.
Tingginya harga minyak meningkatkan ekspektasi inflasi Amerika Serikat (AS), sebuah skenario yang menghalangi Federal Reserve (Fed) untuk menurunkan suku bunga dan meningkatkan daya tarik dolar AS.
Namun aussie dolar mendapat kekuatan dari sisi kebijakan RBA, dimana Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk menstabilkan ekspektasi inflasi.
Secara teknikal pair berusaha mendaki menuju resisten kuatnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD akan tetap berada dalam fase konsolidasi dengan bias negatif.
Kini pair berada di 0.7137 yang naik menuju posisi 0.7145 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai ke 0.7145, pair berpotensi turun menuju posisi 0.7113 dan jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7217 | 0,7190 | 0,7158 | 0,7134 | 0,7105 | 0,7080 | 0,7047 |



