(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY tertekan mendekati posisi kritis 160 pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (24/4/2026) oleh spekulasi penundaan kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ) merespon data inflasi Jepang.
Inflasi inti Jepang meningkat untuk pertama kalinya dalam lima bulan, didorong oleh biaya energi yang lebih tinggi, meskipun tetap di bawah target BOJ sebesar 2%. Karenanya pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Menteri Keuangan Katayama menyatakan bahwa para pejabat mempertahankan kebebasan bertindak untuk melakukan intervensi di pasar mata uang untuk mendukung yen, menambahkan bahwa otoritas siap untuk mengambil tindakan tegas terhadap pergerakan spekulatif.
Secara teknikal pair USDJPY sudah fluktuatif sejak sesi Asia dan menurut analyst Vibiz Research Center pair memasuki fase konsolidasi bullish.
Pair kini berada di posisi 159,76 dan sedang naik ke posisi 159.92, jika tembus mendaki ke kisaran resisten lemahnya di posisi R2.
Namun jika pair tidak menembus 159.85, berpotensi berbalik turun menuju posisi terendah 159,54, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 160.47 | 160.15 | 159.92 | 159.60 | 159.37 | 159.08 | 158.82 |



