(Vibiznews-Forex) – Aussie dolar dalam pair AUDUSD berusaha rebound dari posisi terendah dalam 2 pekan lebih pada perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (4/6/2026) merespon data neraca perdagangan Australia yang membaik.
Neraca Perdagangan Australia kembali surplus bulanan sebesar $1.791 juta MoM untuk April,setelah periode sebelumnya defisit sebesar 1.024 juta menurut data Biro Statistik Australia (ABS).
Ekspor Australia dilaporkan naik 7,2% MoM pada bulan April dari penurunan 2,5% bulan sebelumnya. Impor meningkat 0,8% MoM pada bulan April, dibandingkan dengan kenaikan 12,2% periode sebelumnya.
Data neraca perdagangan yang lebih baik dapat menandakan permintaan ekspor yang kuat atau ekonomi yang tangguh. Laporan ini dapat membuat pasar memperkirakan bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan menaikkan suku bunga atau mempertahankannya tetap tinggi, sehingga mendukung dolar Australia.
Namun kekuatan data diatas dibatasi oleh ketegangan yang berkelanjutan di Timur Tengah dan kurangnya kemajuan dalam kesepakatan perdamaian AS-Iran yang mengangkat mata uang safe-haven seperti dolar AS.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada hari Rabu bahwa meskipun kontak dengan Washington belum terputus, negosiasi untuk mengakhiri perang di Timur Tengah belum menunjukkan kemajuan yang nyata.
Secara teknikal pair AUDUSD sedang konsolidasi dibawah pelemahan sebelumnya setelah sempat rebound pasca rilis data neraca perdagangan. Menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD dalam fase bearish terbatas.
Kini pair berada di 0.7124 yang sedang meluncur menuju posisi 0.7110 dan jika tembus masuk ke area support lemahnya di kisaran 0,7090.
Namun jika tidak sampai ke 0.7100, pair berbalik mendaki ke posisi 0.7138 dan jika tembus akan berlanjut ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7220 | 0,7198 | 0,7163 | 0,7144 | 0,7108 | 0,7090 | 0,7052 |



