(Vibiznews-Forex) – Posisi yen dalam pair USDJPY rebound dari pelemahan 4 hari berturut setelah sempat menembus 160 pada perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (4/6/2026) karena dolar AS kehilangan momentum.
Pair USDJPY menghentikan kenaikan empat hari berturut-turut dikarenakan meredanya sentimen safe haven merespon berita bahwa Israel dan Lebanon pada hari Rabu sepakat untuk memperbarui gencatan senjata.
Namun, hal itu akan membutuhkan penghentian total tembakan oleh Hizbullah yang didukung Iran. Kesepakatan itu diumumkan dalam pernyataan bersama setelah pembicaraan yang dipimpin AS di Washington.
Israel dan Lebanon tidak memiliki hubungan diplomatik formal, meskipun juga sepakat untuk membentuk sejumlah zona keamanan percontohan di mana angkatan bersenjata Lebanon akan mengambil kendali eksklusif atas wilayah tersebut dengan mengesampingkan semua aktor non-negara.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Presiden AS Trump telah mengatakan kepada para pembantunya bahwa ia akan mempertimbangkan untuk mengakhiri gencatan senjata dengan Iran jika Teheran membunuh pasukan AS.
Trump bersikeras bahwa jeda serangan udara selama seminggu tetap berlaku meskipun terjadi serangkaian bentrokan kekerasan yang terus-menerus.
Selain itu, Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan New York Post bahwa blokade yang berlangsung hingga Hari Buruh tidak mungkin tetapi mungkin terjadi, yang secara efektif memperpanjang jangka waktu pasar untuk pembukaan kembali Selat Hormuz.
Secara teknikal pair USDJPY sedang tertekan mendekati posisi support kuat harian dan menurut analyst Vibiz Research Center pair bersiap masuki fase bearish terbatas.
Pair kini berada di posisi 159,87 dan sedang turun menuju posisi 159,70, jika tembus meluncur ke support kuatnya di S1.
Namun jika pair tidak menembus 159.70, berpotensi berbalik mendaki ke posisi 160.06 , jika tembus mendaki ke resisten kuatnya di posisi R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 161.02 | 160.54 | 160.28 | 159.82 | 159.57 | 159.12 | 158.85 |



