(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (4/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau anjlok, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia terkoreksi setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini merosot 0,54% atau 97 poin ke level Rp 18.040 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.943. Rupiah terpantau lanjut mencatat rekor intraday terendah yang baru lagi, bearish terus di minggu yang kesepuluh.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.926 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp18.040, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 18.040.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia terkoreksi setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya; tertahan dari posisi 2 bulan tertingginya di antara tensi perang yang memanas dan sempat mengangkat dollar sebagai safe haven.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini turun ke 99,44, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,55.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi pertama terpantau merosot 305,944 poin (4,94%) ke level 5.889,483, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias melemah di tengah tensi geopolitik AS-Iran yang memanas lagi dan menaikkan harga minyak, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan ketiga indeks acuannya terkoreksi dari rekor.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun, Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.040 – Rp17.776.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting






