(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik tipis pada hari Senin, terbantu pelemahan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir naik sebesar 0,15% pada 1.1723.
Euro mencatatkan kenaikan moderat di tengah pelemahan dolar AS.
Namun kenaikan Euro terbatas setelah indeks kepercayaan konsumen GfK Jerman bulan Mei turun lebih dari yang diperkirakan ke level terendah dalam 3,25 tahun.
Indeks kepercayaan bisnis Apr IFO Jerman turun -1,9 menjadi level terendah dalam hampir 6 tahun di angka 84,4, lebih lemah dari ekspektasi sebesar 85,7.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah sebesar +2% pada hari Senin berdampak negatif bagi perekonomian Zona Euro dan euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.
Swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan hari Kamis hanya sebesar 6%.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat turun jika dolar AS terpicu permintaan safe haven dan kenaikan harga minyak yang dapat menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1674-1.651. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1723-1.1749.



