Saham Wall Street Jauhi Posisi Rekor Tertinggi Karena Laporan Kinerja Buruk OpenAI

128

(Vibiznews – Index) – Mayoritas saham Wall Street bergejolak dan menjauhi posisi rekor penutupan tertinggi sebelumnya untuk Nasdaq pada perdagangan yang berakhir Rabu dinihari (29/4/2026).

Indeks  Nasdaq turun  0,9% menjadi 24.663,80, S&P 500 turun  0,5% menjadi 7.138,90 dan Dow Jones turun  0,1% menjadi 49.141,93.

Nasdaq mundur jauh dari rekor penutupan tertinggi awal pekan karena perusahaan yang terkait dengan infrastruktur AI berada di bawah tekanan setelah laporan dari Wall Street Journal mengatakan OpenAI baru-baru ini gagal mencapai targetnya sendiri untuk pengguna baru dan pendapatan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa gagalnya OpenAI telah menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa pemimpin perusahaan tentang apakah mampu mendukung pengeluaran besar-besaran untuk pusat data.

Saham Oracle (ORCL) yang memiliki kemitraan besar  dengan OpenAI  anjlok 4,1%, demikian saham produsen chip Broadcom (AVGO), Advanced Micro Devices (AMD), dan Nvidia (NVDA)  menunjukkan penurunan yang signifikan.

Lonjakan harga minyak mentah yang berkepanjangan juga membebani perdagangan saham Wall Street, dimana harga minyak WTI AS melonjak di atas $100 per barel sebelum kemudian turun kembali.

Lonjakan terbaru terjadi di tengah indikasi bahwa Presiden Donald Trump kemungkinan tidak akan menerima proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, sambil mengesampingkan diskusi tentang program nuklir Iran.

Laporan media CNN bahwa Iran sedang mengajukan  proposal yang direvisi dan menambahkan bahwa mediator di Pakistan sedang menunggu rencana baru untuk mengakhiri perang.

Secara sektoral, saham emas mengalami pelemahan kuat hingga membuat  NYSE Arca Gold Bugs Index alami penurunan tajam 4,6%.

Pelemahan signifikan juga terlihat di antara saham semikonduktor, dengan Philadelphia Semiconductor Index anjlok  3,6%.

Pergerakan sebaliknya terlihat pada saham minyak dan gas alam yang bergerak naik dan berakhir positif.