(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD bergerak volatil pada perdagangan forex Eropa hari Kamis (30/4/2026) jelang pengumuman penting dari bank sentral Inggris (BoE) serta data inflasi AS bulan Maret.
Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah di 3,75% untuk pertemuan ketiga berturut-turut pada hari Kamis, karena para investor menilai dampak perang Timur Tengah terhadap harga dan ekonomi Inggris.
Kenaikan harga minyak akibat konflik Teluk Persia telah meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga BoE tahun ini.
Dengan latar belakang ini, para pembuat kebijakan Komite Kebijakan Moneter (MPC) diperkirakan akan memberikan suara 8-1 untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakan moneter April.
Secara teknikal, pair sedang konsolidasi dibawah garis pivotnya dan menurut analyst Vibiz Research Center laju pair akan terkoreksi.
Kini pair berada di posisi 1.3472 yang sedang turun menuju 1.3488, jika tembus bergerak ke support lemahnya di S2.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3460 akan berbalik arah dan mendaki menuju posisi 1.3538, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten kuatnya di kisaran 1.3560.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3584 | 1,3557 | 1,3514 | 1.3486 | 1.3443 | 1.3416 | 1.3375 |



