(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada hari Senin, tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun 0,26% pada 1.1691.
Dolar AS yang lebih kuat menekan Euro.
Selain itu, lonjakan harga minyak mentah sebesar +4% pada hari Senin berdampak negatif bagi perekonomian Zona Euro dan mata uang Euro karena Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.
Selain itu, Euro memiliki dampak negatif dari Jumat lalu ketika Presiden Trump mengancam akan menaikkan tarif impor mobil Eropa hingga 25%.
Namun kerugian Euro terbatas pada hari Senin setelah Indeks kepercayaan investor Sentix Zona Euro Mei naik secara tak terduga sebesar +2,8 menjadi -16,4, lebih kuat dari perkiraan penurunan menjadi -22,0.
Anggota Dewan Gubernur ECB, Peter Kazimir, mengatakan kenaikan suku bunga ECB pada bulan Juni “hampir tak terhindarkan di tengah periode kenaikan harga yang meluas dan berkepanjangan ditambah dengan pertumbuhan yang tampak lebih lemah di seluruh Zona Euro.”
Swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 bp oleh ECB sebesar 99% pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 11 Juni.
Malam nanti akan ada pernyataan dari Presiden ECB Lagarde.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat turun jika dolar AS terpicu permintaan safe haven. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1674-1.651. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1723-1.1749.



