(Vibiznews – Economy & Business) Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% secara tahunan pada kuartal pertama 2026, meningkat dari 5,39% pada kuartal keempat dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 5,3%.
Angka ini menandai pertumbuhan tahunan terkuat sejak kuartal ketiga 2022, terutama didorong oleh konsumsi swasta yang solid (5,52% vs 5,11% pada kuartal keempat) di tengah peningkatan pengeluaran selama perayaan Ramadan dan Idul Fitri.
Pengeluaran pemerintah juga tumbuh jauh lebih cepat (21,81% vs 4,55%), didukung oleh langkah-langkah kebijakan.
Sementara itu, investasi tetap melambat (5,96% vs 6,12%), dan perdagangan neto kurang mendukung, dengan pertumbuhan ekspor melambat tajam (0,90% vs 3,25%) sementara impor meningkat (7,18% vs 3,96%).
Berdasarkan sektor, output meningkat di perdagangan grosir dan ritel (6,26% vs 6,07% pada kuartal ke-4), konstruksi (5,49% vs 3,89%), dan akomodasi dan layanan makanan (13,14% vs 7,15%), sementara melambat di manufaktur (5,04% vs 5,40%) dan informasi dan komunikasi (7,14% vs 8,09%).



