(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah jatuh ke level terendah dalam 2 minggu dan ditutup anjlok pada hari Rabu, terpicu harapan kesepakatan damai AS-Iran.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir anjlok 7,03% pada $95,08 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir anjlok 7,83% pada $101,27 per barel.
Harga minyak mentah anjlok pada hari Rabu setelah Axios melaporkan bahwa AS yakin hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang berlangsung hampir 10 minggu. AS memperkirakan Iran akan merespons dalam waktu 48 jam terhadap nota kesepahaman satu halaman untuk mengakhiri perang, yang akan mencakup pencabutan pembatasan di Selat Hormuz oleh kedua belah pihak.
Harga minyak mentah menambah kerugiannya setelah laporan persediaan mingguan EIA yang bearish.
Laporan mingguan EIA pada hari Rabu sebagian besar berdampak negatif bagi minyak mentah dan produk olahannya. Persediaan minyak mentah EIA turun sebesar -2,31 juta barel, penurunan lebih kecil dari perkiraan sebesar -3,4 juta barel. Selain itu, pasokan bensin EIA turun sebesar -2,5 juta barel, penurunan yang lebih kecil dari perkiraan sebesar -2,61 juta barel.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat turun dengan harapan kesepakatan AS-Iran. Namun harga minyak bisa bergerak naik setelah anjlok kemarin terpicu bargain hunting. Pelemahan dolar AS juga dapat menaikkan harga minyak. Harga minyak berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $88,27-$81,45. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $102,30-$109,51.



