(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia atau minyak Brent merosot kebawah $100 pada perdagangan pasar komoditas internasional sesi Eropa hari Jumat (8/5/2026).
Demikian secara mingguan alami penurunan dibandingkan dengan 2 pekan berturut yang melonjak.
Harga minyak mentah Brent yang sudah merosot masuki hari keempat berturut setelah Presiden Donald Trump mengatakan gencatan senjata dengan Iran tetap berlaku meskipun terjadi bentrokan baru antara pasukan AS dan Iran, memperkuat harapan bahwa kesepakatan yang lebih luas masih dapat dicapai.
Komando Pusat AS mengatakan pasukan Amerika menyerang target militer di Iran setelah Teheran menembaki tiga kapal perusak di Selat Hormuz, meskipun para pejabat menekankan bahwa mereka tidak mencari eskalasi.
Trump kemudian mengatakan kapal-kapal tersebut telah keluar dari selat dengan selamat tanpa kerusakan.
Pasar minyak tetap fokus pada Hormuz, yang secara efektif ditutup sejak akhir Februari, mengganggu aliran minyak mentah global dan memaksa penghentian produksi di seluruh wilayah.
Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa konflik tersebut mengurangi sekitar 14 juta barel per hari dari pasokan global, sementara UEA melaporkan mencegat rudal dan drone di dekat selat tersebut.
Harga spot minyak Brent berada di posisi $99,89 atau turun 0,15%, namun untuk kontrak berjangka bulan Juli 2026 yang paling banyak diperdagangkan naik 0,11% menjadi $100,17 per barel.
Untuk harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,23% menjadi $94,16 per barel.
Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak mentah jenis Brent akan bertemu kisaran resisten di 105,60 – 108,20 dan support di 97,10 – 93,30.



