(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD bergerak rally mendekati puncak tertinggi 3 bulan pada perdagangan forex Eropa hari Senin (11/5/2026) setelah dibuka lebih rendah di tengah usaha rebound dolar AS.
Namun laju poundsterling dibayangi oleh karena investor mempertimbangkan meningkatnya ketegangan AS-Iran dan dampak dari hasil pemilu di Inggris akhir pekan lalu.
Presiden Donald Trump menolak proposal perdamaian terbaru Iran dan menuduh Teheran bermain-main. Sementara itu laporan mengklaim Iran telah menawarkan untuk mengekspor sebagian dari persediaan uraniumnya, dengan kemungkinan repatriasi jika pembicaraan gagal.
Iran membantah laporan tersebut dan menyebut tuntutan Trump berlebihan.
Sementara itu Perdana Menteri Keir Starmer dijadwalkan untuk menyampaikan pidato penting pada hari Senin untuk meyakinkan anggota parlemen Partai Buruh tentang kepemimpinannya setelah kekalahan pemilihan yang signifikan pekan lalu.
Dari kondisi ekonomi makro, pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan kelemahan yang terus-menerus, dengan perekrutan untuk posisi tetap turun dengan laju tercepat dalam tiga bulan pada bulan April.
Secara teknikal, pair yang dibuka dibawah posisi support kuat hariannya bergerak rally masuki area resisten dan menurut analyst Vibiz Research Center masih berpotensi mendaki ke resisten selanjutnya.
Kini pair berada di posisi 1.3608 yang sedang turun kembali menuju 1.3557, jika tembus bergerak ke support lemahnya di S2.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3580 akan berbalik arah dan mendaki kembali menuju posisi 1.3608, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten kuatnya di kisaran 1.3660.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3750 | 1,3693 | 1,3660 | 1.3603 | 1.3572 | 1.3514 | 1.3482 |



