(Vibiznews – Indeks) – Pelemahan saham di bursa Hong Kong berlanjut pada perdagangan hari Senin (11/5/2026) karena laporan Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian terbaru Iran yang memicu sentimen investor melemah.
Indeks harian Hang Seng menjauh dari posisi tertinggi dalam 2 pekan setelah laporan diatas menimbulkan keraguan pada upaya mengamankan gencatan senjata yang langgeng dalam konflik Timur Tengah selama 10 minggu.
Pernyataan Presiden Trump tersebut meningkatkan kekhawatiran atas gangguan berkepanjangan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz, mendorong harga minyak naik tajam dan meredam sentimen perdagangan risiko di seluruh wilayah.
Indeks Hang Seng ditutup turun 0,4% dan ditutup pada 26.290, demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun 0,05% menjadi 8.884,20.
Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Mei 2026 bergerak fluktuatif dengan berakhir naik 0,23% menjadi 26323.
Secara sektoral, saham sektor keuangan dan jasa teknologi memimpin penurunan seperti saham Tencent Holdings (-0,9%), Pop Mart (-1,8%), Hong Kong Exchanges and Clearing (-0,8%), Kuaishou Technology (-3,6%), dan Xiaomi Corporation (-1,3%).



