Harga Minyak Senin Melonjak Terpicu Kekhawatiran Tertutupnya Selat Hormuz

118

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka bergerak melonjak pada hari Senin, setelah kegagalan kesepakatan AS-Iran memicu ketegangan di Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS bergerak melonjak 2,45% pada $97,76 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup naik 2,95% pada $104,28 per barel.

Presiden AS Donald Trump menolak tanggapan terbaru Iran terhadap proposalnya yang bertujuan untuk mengakhiri konflik selama 10 minggu, sehingga Selat Hormuz tetap tertutup yang memicu kekhawatiran hambatan distribusi produksi dan pasokan minyak.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menyebut tanggapan Iran sama sekali tidak dapat diterima, dimana Iran telah mengusulkan untuk mentransfer sebagian dari cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga sambil menolak untuk membongkar infrastruktur nuklirnya.

Pada saat yang sama, serangan pesawat tak berawak menghantam sebuah kapal kargo di dekat Qatar di Teluk Persia, sementara UEA dan Kuwait mengatakan mereka telah mencegat pesawat tak berawak musuh, meningkatkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang rapuh yang dicapai pada awal April dapat runtuh.

Penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan telah sangat mengganggu aliran global minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar olahan, memicu apa yang digambarkan IEA sebagai guncangan pasokan terbesar yang pernah tercatat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan meningkatnya lagi ketegangan AS-Iran, khususnya di Selat Hormuz. Harga minyak berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $98,10-$100,78. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $93,28-$91,14.