(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY tertekan di kisaran terendah dalam 2 pekan pada perdagangan forex sesi Asia hari Jumat (15/5/2026) oleh semakin kuatnya proyeksi kenaikan suku bunga Federal Reserve di tahun 2026.
Rilis data penjualan Ritel AS yang meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut pada bulan April setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan awal pekan ini mencerminkan pengeluaran konsumen yang kuat dan menegaskan kembali ekspektasi hawkish Fed.
Perundingan perdamaian antara AS dan Iran tetap dalam ketidakpastian di tengah perbedaan pendapat yang lebih luas mengenai program nuklir Teheran dan Selat Hormuz.
Dari laporan ekonomi Jepang, inflasi grosir Jepan atau Indeks Harga Produsen (PPI) dirilis melonjak 4,9% secara tahunan pada bulan April di tengah kenaikan biaya minyak dan impor akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Dari data tersebut menambah kekhawatiran tentang risiko ekonomi yang berasal dari ketegangan Iran dan menekan Yen Jepang.
Namun, spekulasi bahwa otoritas Jepang akan turun tangan untuk menopang yen membatasi potensi kenaikan pair USDJPY.
Secara teknikal pair USDJPY naik menyentuh posisi resisten kuat hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan konsolidasi dengan bias positif.
Pair kini berada di posisi 158,51 dan sedang naik ke posisi 158.73, jika tembus mendaki ke kisaran resisten lemahnya di posisi R2.
Namun jika pair tidak menembus 158.65, berpotensi berbalik turun menuju posisi terendah 158,00, jika tembus meluncur ke 157,85 sebelum ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 159.84 | 159.12 | 158.73 | 158.01 | 157.62 | 156.90 | 155.51 |



