(Vibiznews-Forex) – Aussie dolar dalam pair AUDUSD anjlok ke kisaran terendah dalam sepekan lebih pada perdagangan forex sesi Asia hari Jumat (15/5/2026). Dan secara mingguan, menuju penurunan yang cukup signifikan pekan ini.
Dolar Australia tertekan oleh penguatan dolar AS yang mendapatkan momentum sepanjang minggu karena kenaikan harga energi dan gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran inflasi hingga memperkuat spekulasi bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga lagi tahun ini.
Sementara itu Reserve Bank Australia (RBA) telah menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini sebagai respons terhadap guncangan energi global yang dipicu perang, dan swap menunjukkan sekitar 80% kemungkinan kenaikan keempat pada bulan Agustus.
Fokus perdagangan hari ini tertuju pada hari kedua pembicaraan penting antara Presiden Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, karena Washington berupaya mendapatkan konsesi ekonomi dari Beijing di tengah konflik Iran.
Secara teknikal pair sudah anjlok menyentuh 2 posisi support hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD akan konsolidasi dengan bias negatif.
Kini pair berada di 0.7184 yang berusaha naik menuju posisi 0.7220 dan jika tembus akan berlanjut masuk ke area resisten setelah menyentuh pivot.
Namun jika tidak sampai ke 0.7220, pair berpotensi turun kembali menuju posisi 0.7184 dan jika tembus lanjut ke support lemahnya di S3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7298 | 0,7281 | 0,7252 | 0,7234 | 0,7202 | 0,7184 | 0,7153 |



