(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD semakin lemah dan terjun ke kisaran terendah dalam 5 pekan pada perdagangan forex Eropa hari Jumat (15/5/2026) oleh kuatnya dolar AS sebagai safe haven serta mengkhawatirkannya kondisi politik Inggris.
Lihat: Forex Dolar AS 15 Mei 2026: Rally Masuki Hari Keempat dan Bersiap Raih Gain Mingguan
Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting mengundurkan diri, dengan mengatakan bahwa ia telah kehilangan kepercayaan pada kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer dan bahwa akan tidak terhormat dan tidak berprinsip untuk tetap berada di pemerintahannya.
PM Starmer telah menghadapi pemberontakan di Partai Buruh sejak partai tersebut mengalami kekalahan telak dalam pemilihan lokal di Inggris dan parlemen di Skotlandia dan Wales pekan lalu.
Analyst Vibiznews melihat meningkatnya gejolak politik di Inggris meningkatkan ketidakpastian atas kebijakan fiskal masa depan, yang membebani poundsterling.
Secara teknikal, pair yang sudah meluncur menembus support kuatnya dan menurut analyst Vibiz Research Center masih akan bergerak lemah ke support lanjutan.
Kini pair berada di posisi 1.3333 yang sedang turun menuju 1.3302, jika tembus bergerak ke support lemahnya di S3.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3320 dapat berbalik arah dan mendaki kembali menuju posisi 1.3404, jika tembus berpotensi masuki area resistennya.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3628 | 1,3582 | 1,3490 | 1.3442 | 1.3352 | 1.3302 | 1.3214 |



