(Vibiznews – Indeks) – Rekor saham bursa Korea Selatan terpangkas setelah rally saham teknologi mundur pada perdagangan hari Kamis (28/5/2026) di tengah ketidakpastian seputar negosiasi AS-Iran.
Indeks harian Kospi retreat dari rally 4 hari berturut dengan 213 saham menguat dan 676 saham yang melemah, yang juga dibebai oleh melonjaknya harga minyak mentah dunia.
Sentimen melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington masih tidak puas dengan pembicaraan yang sedang berlangsung, sementara Gedung Putih membantah laporan yang menunjukkan kemajuan dalam pembukaan kembali Selat Hormuz.
Harga minyak mentah jenis Brent naik kembali mendekati $96 per barel, setelah mundur dari pelemahan selama 6 hari berturut.
Sementara itu, sentimen masih didukung oleh optimisme atas sektor semikonduktor Korea Selatan setelah Bank Sentral Korea menaikkan perkiraan pertumbuhan 2026 menjadi 2,6% dari 2,0%, dengan alasan ekspor yang kuat yang didorong oleh chip.
Bank sentral juga mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk pertemuan kedelapan berturut-turut sambil menyoroti inflasi yang terus-menerus dan risiko mata uang.
Indeks harian Kospi turun 0,53% dan ditutup pada 8.185, demikian untuk indeks Kospi 200 berjangka bulan Juni 2026 ditutup turun 0,65% ke posisi 1295,25.
Secara sektoral, saham teknologi pelemahan dengan saham Samsung Electronics (-2,28%) turun bersama SK Square (-2,82%), HD Hyundai Heavy Industries (-5,38%), dan Hanwha Aerospace (-3,14%).



