(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Jumat sore ini (29/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir tergelincir, mengurangi sebagian loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merangkak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini merosot 0,46% atau 81 poin ke level Rp 17.865 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.784. Rupiah terpantau kembali mencatat rekor baru penutupan terlemahnya sepanjang masa.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.786 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.879, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 17.865.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; tertahan di area konsolidasi di antara berita kesepakatan perpanjangan gencatan senjata antara AS – Iran yang sempat mengurangi harga minyak dunia.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 99,12, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,99.
Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi terpantau melemah tipis 2,809 poin (0,05%) ke level 6.127,381, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias menguat di tengah turun naiknya tensi geopolitik perang Iran dan kabar mendekatnya deal negosiasi AS-Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan membukukan gain dan sempat rekor intraday.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik, Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.900 – Rp17.600.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



