(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Jumat sore ini (29/5), terpantau melandai dengan melemah tipis 2,809 poin (0,05%) ke level 6.127,381 setelah dibuka naik ke level 6.163.626.
IHSG bergerak fluktuatif dan berakhir flat dekat dengan area 14 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat di tengah turun naiknya tensi geopolitik perang Iran dan kabar mendekatnya deal negosiasi AS-Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan membukukan gain dan sempat rekor intraday.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini merosot 0,46% atau 81 poin ke level Rp 17.865, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; tertahan di area konsolidasi di antara berita kesepakatan perpanjangan gencatan senjata antara AS – Iran yang sempat mengurangi harga minyak dunia.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.784, serta terpantau kembali mencatat rekor baru penutupan terlemahnya sepanjang masa.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 33,436 poin (0,55%) ke level 6.163.626. Sedangkan indeks LQ45 turun 10,510 poin (1,69%) ke level 609,890. Siang ini IHSG menguat 87,689 poin (1,43%) ke level 6.217,879. Sementara LQ45 terlihat naik 0,71% atau 4,430 poin ke level 624,830.
IHSG kemudian tergerus ke zona flat dan ditutup melemah tipis 2,809 poin (0,05%) ke level 6.127,381. Sementara LQ45 terlihat turun 1,49% atau 9,230 poin ke level 611,170. Tercatat saat ini sebanyak 271 saham naik, 409 saham turun dan 137 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 2,53%, dan Hang Seng yang naik 0,70%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini konsolidasi flat di atas area 14 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat di tengah turun naiknya tensi geopolitik perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan gain dan sempat rekor intraday.
Berikutnya IHSG kemungkinan konsolidasi dengan bias negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,966 dan bila tembus ke level 5,882.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



