Rekomendasi Harga Minyak 2 Juni 2026 : Dapat Diturunkan Gencatan Senjata AS-Iran

172

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah pada hari Senin ditutup melonjak tajam terpicu ketegangan AS-Iran yang meningkat.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir melonjak 5,49% pada $92,16 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir naik 2,22% pada $94,98 per barel.

Harga minyak mentah meningkat setelah kantor berita Tasnim Iran melaporkan bahwa pemerintah Iran dalam sebuah pernyataan mengatakan telah menghentikan pertukaran pesan dengan AS mengenai rancangan perjanjian gencatan senjata karena peningkatan serangan Israel terhadap Lebanon. Iran secara konsisten mengatakan tidak akan ada gencatan senjata AS-Iran tanpa gencatan senjata di Lebanon.

Namun, beberapa harapan baru untuk gencatan senjata muncul kemudian pada hari itu setelah Presiden Trump mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan para pejabat Hizbullah dan Perdana Menteri Israel Netanyahu, dan bahwa kedua pihak mengatakan kepadanya bahwa mereka akan setuju untuk berhenti saling menyerang.

Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan bulanan yang dirilis pada Mei mengatakan bahwa persediaan minyak global menurun sekitar 4 juta barel per hari pada Maret dan April, dan bahwa pasar akan tetap “sangat kekurangan pasokan” hingga Oktober, bahkan jika konflik segera berakhir.

Goldman Sachs memperkirakan bahwa produksi minyak mentah di Teluk Persia telah dikurangi sekitar 14,5 juta barel per hari, dan bahwa gangguan saat ini telah mengurangi hampir 500 juta barel dari stok minyak mentah global, yang dapat mencapai satu miliar barel pada Juni.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak turun jika gencatan AS-Iran dilakasanakan. Harga minyak berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $88,81-$85,47. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $95,14-$98,13.