(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu sore ini (3/6), terpantau anjlok tajam 254,361 poin (4,11%) ke level 5.941,066 setelah dibuka naik ke level 6.173.007.
IHSG bergerak anjlok ke posisi 5 tahun terendahnya di tengah efektifnya rebalancing index MSCI, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed dengan Nikkei mencetak rekor dan di tengah naiknya tensi AS – Iran terkait Selat Hormuz, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan ketiga indeks acuannya dalam rekor.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini tertekan dengan melemah 0,48% atau 85 poin ke level Rp 17.943, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah menanjak 2 hari di sesi global sebelumnya; mengarah ke 5 minggu tertingginya di antara tensi di Selat Hormuz yang memanas serta menambah permintaan dollar sebgai safe haven.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.858, serta terpantau lanjut membukukan rekor terendah sepanjang masa yang baru.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 11,675 poin (0,19%) ke level 6.207.102. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,250 poin (0,04%) ke level 619,020. Siang ini IHSG merosot 305,944 poin (4,94%) ke level 5.889,483. Sementara LQ45 terlihat turun 4,64% atau 28,720 poin ke level 590,550.
IHSG kemudian mengurangi sedikit loss dan ditutup merosot 254,361 poin (4,11%) ke level 5.941,066. Sementara LQ45 terlihat turun 3,93% atau 24,340 poin ke level 594,930. Tercatat saat ini sebanyak 69 saham naik, 692 saham turun dan 54 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 2,50%, dan Hang Seng yang turun 1,56%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini anjlok tajam ke area 5 tahun terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed dengan Nikkei mencetak rekor dan di tengah naiknya tensi AS – Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam rekor.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih tetap bearish, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.459 dan 6.787. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,841 dan bila tembus ke level 5,742.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



