(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS menguat ke level tertinggi 13 bulan dan ditutup naik pada hari Kamis, terdukung proyeksi The Fed untuk kenaikan suku bunga di akhir tahun ini.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,47% pada 100,82.
Data ekonomi AS pada hari Kamis juga mendukung dolar AS setelah klaim pengangguran mingguan turun sesuai perkiraan dan survei prospek bisnis Philadelphia Fed Juni naik lebih dari yang diperkirakan.
Klaim pengangguran awal mingguan AS turun -4.000 menjadi 226.000, mendekati ekspektasi 225.000.
Namun kenaikan dolar AS dikurangi penurunan harga minyak mentah WTI pada hari Kamis ke level terendah 3,5 bulan, yang menurunkan ekspektasi inflasi dan berpotensi memungkinkan Fed untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar, faktor bearish bagi dolar.
Selain itu, reli pasar saham pada hari Kamis mengurangi permintaan likuiditas untuk dolar.
Pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya pada 28-29 Juli sebesar 36%.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di akhir tahun. Namun jika kesepakatan AS-Iran ditandatangangi hari Juat ini dan harga minyak turun, akan dapat menurunkan indeks dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 100,38-99,94. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 101,08-101,34.








