RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

86

(Vibiznews – IDX) PT RANS Entertainment Indonesia Tbk secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). RANS merupakan perusahaan media dan hiburan berbasis kreator (creator-based venture) yang berhasil mengembangkan intellectual property (IP) bernilai komersial yang memasuki pasar modal Indonesia. RANS menawarkan sebanyak 2.525.000.000 saham baru atau sebesar 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp170 per saham, sehingga menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar.

Pada perdagangan perdana, saham RANS dibuka dengan kinerja positif. Antusiasme investor telah terlihat sejak masa penawaran umum, di mana IPO Perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) dengan hampir satu juta investor mengikuti proses pemesanan, mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang, yaitu sekitar 37,61% atau sebesar Rp 161,5 miliar untuk penyelenggaraan konser, 19,80% atau sebesar Rp 85 miliar untuk akuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, 18,64% atau sebesar Rp 80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland, 8,15% atau sebesar Rp 35 miliar untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence bersama PT Feedloop Global Teknologi, 6,98% atau sebesar Rp 29,95 miliar untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi Perseroan, serta 8,82% atau sebesar Rp 37,8 miliar untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.

Didirikan pada tahun 2016 di sebuah garasi rumah, RANS memulai perjalanan sebagai kanal konten digital yang lahir dari keseharian keluarga. Dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, RANS berevolusi menjadi sebuah creator-based venture, yaitu model usaha yang mentransformasikan kreativitas dan audiens yang dimiliki kreator menjadi IP serta bisnis yang memiliki nilai komersial dan berkelanjutan, dibuktikan dengan kepercayaan lebih dari 300 brand yang telah bekerjasama dengan RANS. Saat ini, RANS membangun ekosistem yang mencakup media hiburan digital, pengembangan intellectual property dengan nilai komersial, produk konsumen, kerja sama periklanan merek, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence), yang didukung oleh ratusan talenta profesional sebagai pilar pertumbuhan Perseroan.

Pencatatan saham ini bukan sekadar babak baru bagi RANS, tetapi juga menjadi refleksi atas evolusi industri kreatif Indonesia. Jika dahulu kreativitas identik dengan menghasilkan konten dan membangun audiens, kini tantangannya adalah mengubah kreativitas tersebut menjadi intellectual property yang dapat terus dikembangkan, diperluas, dan menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan. Melalui IPO ini, RANS ingin menunjukkan bahwa perusahaan yang lahir dari creator economy dapat berkembang menjadi institusi bisnis yang profesional, transparan, dan akuntabel, tanpa kehilangan semangat kreativitas yang menjadi identitasnya.

“Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan.” ucap Nagita Slavina, selaku Direktur Utama RANS.

Bagi RANS, kreativitas tidak berhenti pada terciptanya konten maupun tingginya engagement dan keterlibatan audiens. Nilai sesungguhnya tercipta ketika ide kreatif tersebut dikembangkan menjadi IP yang dapat dikomersialisasikan, diperluas ke berbagai lini bisnis, dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dana hasil IPO akan menjadi akselerator bagi strategi tersebut dengan memperkuat pengembangan intellectual property, memperluas sumber pendapatan berbasis IP, serta menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Raffi Ahmad, Pendiri RANS, menambahkan:

“Hari ini kami tidak sedang merayakan akhir perjalanan, melainkan titik awal. Menjadi perusahaan publik berarti kami memilih untuk tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, lebih transparan, dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham serta masyarakat Indonesia. Kepercayaan publik adalah amanah yang akan terus kami jaga melalui tata kelola yang baik dan pertumbuhan yang berkelanjutan.”