Forex USD/JPY 13 Juli 2026 : Permintaan Safe Haven Dolar AS Menekan Yen

186
nikkei yen

(Vibiznews – Forex) Mata uang Yen berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat, setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan pemerintah ingin dana pensiun meningkatkan investasi dalam aset domestik.

Pasangan mata uang USD/JPY berakhir turun 0,42% pada 161.70

Selain itu, laporan harga produsen Jepang bulan Juni yang lebih kuat dari perkiraan pada hari Jumat lalu bersifat hawkish bagi kebijakan BOJ dan mendukung yen.

PPI Jepang Juni naik +7,1% y/y, lebih kuat dari perkiraan +6,8% y/y dan merupakan laju tercepat dalam 3,25 tahun.

Ditambah lagi, yen menguat setelah Reuters melaporkan pada hari Jumat bahwa BOJ mungkin akan menaikkan perkiraan pertumbuhan tahun 2026 pada pertemuan mereka akhir bulan ini.

Risiko intervensi di pasar mata uang untuk mendukung yen tinggi, karena yen tetap berada di atas 160 per dolar pada level terendah dalam 39 tahun. Otoritas Jepang telah beberapa kali melakukan intervensi di pasar valuta asing di masa lalu ketika yen mencapai level tersebut.

Pasar memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga BOJ sebesar +25 basis poin sebesar +2% pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 31 Juli.

Namun ketegangan Amerika Serikat-Iran kembali berlangsung di akhir pekan ini. AS dan Iran saling melancarkan serangan udara rudal dan drone pada hari Minggu, sementara Iran menargetkan fasilitas AS di beberapa negara Teluk sambil menyatakan jalur air penting Selat Hormuz ditutup untuk lalu lintas. Ketegangan AS-Iran memicu kenaikan permintaan safe haven dolar AS, yang dapat menekan Yen Jepang.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Yen dapat bergerak turun terbebani penguatan dolar AS seiring ketegangan AS-Iran yang meningkat. Pasangan mata uang USD/JPY diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 162,32-162,93. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 161,88-160,67.