(Vibiznews – Index) Bursa Saham Korea Selatan ditutup melemah secara signifikan pada hari Kamis, 16 Juli 2026, tertekan oleh sentimen negatif ganda dari aksi jual masal pada saham-saham sektor teknologi secara global serta kejutan pengetatan moneter oleh Bank of Korea (BOK).
Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) anjlok tajam 463,81 poin, atau 6,37 persen lebih rendah, dan ditutup pada level 6.820,60.
Indeks tersebut sempat menyentuh level tertinggi intraday di 6.995,93 dan terperosok ke level terendah di 6.730,87 di pertengahan sesi perdagangan.
Penurunan masif ini terjadi seiring memudarnya selera risiko (risk appetite) pelaku pasar secara global. Semalam di Wall Street, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi anjlok tajam, memicu rentetan pelemahan (sell-off) bursa saham Asia.
Para analis mencatat bahwa keputusan mengejutkan dari Bank of Korea (BOK) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,75 persen menjadi pukulan berat bagi pasar yang tengah rentan. Ditambah lagi, eskalasi ketegangan geopolitik yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi, membuat investor dilanda kepanikan dan melepas aset-aset berisiko tinggi.
Investor asing dan institusi menjadi motor penggerak utama pelemahan indeks dengan membukukan akumulasi aksi jual bersih (net sell) masif melampaui 3,7 triliun won. Sebaliknya, investor ritel mencoba memanfaatkan koreksi tajam ini untuk menahan laju kejatuhan, mencatatkan aksi beli bersih (net buy) mencapai 3,65 triliun won.
Saham-saham berkapitalisasi besar di sektor pembuat cip dan elektronik memimpin kejatuhan bursa, mengekor kerugian tajam produsen cip Amerika Serikat.
Saham unggulan pasar, Samsung Electronics, anjlok hingga 8,94 persen, sedangkan rivalnya di bidang pembuatan chip, SK hynix, merosot sangat tajam hingga 11,58 persen.
Di sektor transportasi, pergerakan ikut tertekan di tengah kejatuhan indeks utama dan kekhawatiran naiknya harga minyak dunia; maskapai penerbangan nasional Korean Air turun 2,10 persen menjadi 25.750 won, dan perusahaan pelayaran HMM bergerak melemah 1,85 persen menjadi 19.490 won.
Sementara itu, saham-saham di sektor andalan lainnya mayoritas terdampak tren negatif; produsen mobil terkemuka Hyundai Motor turun 3,45 persen menjadi 420.000 won. Namun, di tengah kepanikan jual masal, raksasa pertahanan Hanwha Aerospace justru melawan arus dengan melonjak 4,10 persen menjadi 935.800 won, terdorong oleh sentimen geopolitik yang sedang memanas.
Level Penutupan: 6.820,60
Perubahan: Turun 463,81 poin (-6,37%)
Tertinggi Harian (High): 6.995,93
Terendah Harian (Low): 6.730,87







