Harga Minyak Kamis Ditutup Turun Terpicu Profit Taking

66

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia baik jenis Brent maupun WTI ditutup melemah pada akhir perdagangan pasar komoditas internasional hari Kamis (16/7/2026) waktu Amerika Serikat, setelah sempat menguat di awal sesi.

Penurunan harga minyak mentah pada akhir sesi ini utamanya dipicu oleh aksi ambil untung (profit-taking) dari para pedagang. Mengingat harga minyak telah melonjak cukup tinggi baru-baru ini, aksi realisasi keuntungan menjadi tak terhindarkan, meskipun secara mingguan harga minyak terpantau masih mempertahankan kenaikan sekitar 11%.

Meskipun ditutup di zona merah, harga minyak masih berada di dekat level tertingginya dalam sebulan terakhir. Bertahannya harga di level tinggi ini didukung oleh panasnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik antara AS dan Iran di kawasan pesisir memicu kekhawatiran pasar akan terganggunya jalur pasokan utama minyak, yang dilaporkan mulai memengaruhi kelancaran lalu lintas kapal tanker di wilayah tersebut.

Pada saat yang sama, pelemahan harga minyak yang lebih dalam berhasil ditahan oleh fundamental pasokan di AS. Data terbaru menunjukkan adanya penurunan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat, yang didorong oleh meningkatnya aktivitas kilang serta permintaan ekspor yang solid.

Kini harga minyak mentah acuan global, Brent, ditutup turun 0,9% menjadi $84,23 per barel.

Untuk harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Agustus ditutup melemah sekitar 0,8% dan menetap di level $78,95 per barel.

Untuk pergerakan selanjutnya, harga minyak mentah jenis WTI diperkirakan akan bertemu kisaran resisten di 80,50 – 82,20 dan support di 77,10 – 75,50. Sementara itu, pergerakan harga minyak mentah jenis Brent berjangka akan bertemu kisaran resisten di 85,80 – 87,50 dan support di 82,50 – 81,10.