(Vibiznews – Forex) Mata uang Poundsterling ditutup turun pada akhir pekan hari Jumat, terpicu ketegangan AS-Iran yang menguatkan permintaan safe haven dolar AS.
Pasangan mata uang GBP/USD ditutup turun 0,19% pada 1.3454.
Namun memasuki awal pekan ini, mata uang Poundsterling terpantau menguat pada hari Senin, di sesi perdagangan Eropa.
Nilai tukar poundsterling naik saat Andy Burnham bersiap untuk menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris hari ini. Perhatian investor kini tertuju pada pilihan Burnham untuk Menteri Keuangan.
Laporan pekan lalu yang menyebutkan Shabana Mahmood sebagai kandidat terdepan telah membantu meyakinkan pasar, meredakan kekhawatiran bahwa pemerintah baru dapat mengejar agenda fiskal yang lebih ekspansif.
Sementara itu, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah telah mendorong harga minyak di atas $90 per barel, menambah risiko inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa Bank of England akan mempertahankan kebijakan yang lebih ketat untuk waktu yang lebih lama.
AS dan Iran telah saling melancarkan serangkaian serangan balasan yang meningkat, dengan pasukan AS melancarkan beberapa serangan terhadap Iran setelah kematian personel militer Amerika. Semakin lama konflik berlanjut, semakin besar risiko bahwa harga minyak mentah yang tinggi akan meningkatkan inflasi dan dapat menekan ekonomi.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Poundsterling dapat bergerak naik terpicu dilantiknya Andy Burnham sebagai Perdana Menteri Inggris yang baru. Pasangan mata uang GBP/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 1.3481-1.3509. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 1.3426-1.3399.








