(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa siang ini (28/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah cukup signifikan, meninggalkan gain dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia mendatar setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang melemah 0,44% atau 80 poin ke level Rp 18.080 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.000. Rupiah terpantau mendekati area 2 minggu terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 17.990 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp18.080, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp18.080.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia mendatar setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya, terkoreksi dari area sebulan tertingginya oleh turunnya harga minyak mentah dunia sementara rehatnya gempuran AS ke Iran yang menurunkan tensi geopolitik.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini flat ke 101,51, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 101,51.
Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi pertama terpantau melemah tipis 2,626 poin (0,04%) ke level 6.183,157, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed di tengah harga minyak yang menurun signifikan oleh meredanya sementara konflik AS-Iran, dan investor menantikan pertemuan the Fed minggu ini, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan bias positif.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia bergerak melandai. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.126 – Rp17.845.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting







