(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik pada hari Rabu, terbantu pelemahan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD menguat ke level tertinggi 1,5 minggu dan ditutup naik 0,72% pada 1.1468.
Euro menguat terbantu pelemahan dolar AS setelah FOMC menahan diri untuk tidak memperketat kebijakan moneter.
Namun kenaikan Euro dikurangi oleh lonjakan harga minyak mentah sebesar +6% pada hari Rabu, yang berdampak negatif bagi perekonomian Zona Euro dan euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar energinya.
Pasar memperhitungkan kemungkinan 90% kenaikan suku bunga ECB sebesar +25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 10 September.
Sore nanti akan dirilis data GDP Growth Rate Q2 Flash Zona Euro yang diindikasikan meningkat.
Juga akan dirilis data Economic Sentiment Juli Zona euro yang diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, pergerakan mata uang Euro akan dapat turun jika dolar AS naik terpicu ketegangan AS-Iran yang berlanjut. Namun jika data ekonomi Zona Euro terealisir naik, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1405-1.1343. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1500-1.1533.








