Rekomendasi Forex EUR/USD 7 Agustus 2026 : Terbebani Berbagai Sentimen Bearish

111

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun hari Kamis, tertekan penguatan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun o,26% pada 1.1523.

Euro turun akibat penguatan dolar AS.

Selain itu, penurunan tak terduga pada penjualan ritel Zona Euro bulan Juni berdampak negatif bagi Euro.

Penjualan ritel Zona Euro bulan Juni secara tak terduga turun -0,3% (bulanan/m/m), lebih lemah dibandingkan perkiraan kenaikan +0,1% (m/m).

Kenaikan harga minyak mentah sebesar +2% pada hari Kamis juga memberikan sentimen negatif (*bearish*) bagi ekonomi Zona Euro dan mata uang Euro, mengingat Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.

Namun penurunan Euro dibatasi setelah data pesanan pabrik Jerman bulan Juni mencatat kenaikan yang melampaui perkiraan.

Pesanan pabrik Jerman bulan Juni naik +3,1% (m/m), lebih kuat dari perkiraan +0,5% (m/m).

Pasar memperhitungkan peluang sebesar 87% untuk kenaikan suku bunga ECB sebesar +25 bp pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 10 September.

Siang nanti akan dirilis data Neraca Perdagangan Juni Jerman yang diindikasikan menurun.

Dari AS, malam nanti akan dirilis data Non Farm Payrolls Juli AS yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun terbebani berbagai sentimen bearish, yaitu penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak. Juga jika data Neraca Perdagangan Juni Jerman terealisir turun, akan menekan Euro. Juga jika data Non Farm Payrolls Juli AS terealisir meningkat dan menguatkan dolar AS, akan menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1506-1.1488. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1551-1.1578.