Indeks Nikkei Jumat Ditutup Melemah; Saham Kapital Besar Merosot

54
nikkei

(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang ditutup melemah tipis pada perdagangan hari ini, Jumat, 7 Agustus 2026, setelah sempat anjlok lebih dari 1.000 poin dan menembus ke bawah level psikologis 65.000 pada sesi pagi, sebelum aksi berburu saham murah di sektor otomotif dan keuangan berhasil memangkas sebagian besar pelemahan menjelang penutupan.

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 76,55 poin, atau turun 0,12%, dan berakhir di level 65.606,71. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, pergerakan indeks tercatat sangat fluktuatif. Setelah dibuka di level 65.746,13 dari posisi penutupan sebelumnya di 65.683,26, indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 65.990,72, sebelum kemudian terjun tajam ke titik terendah harian di 64.651,49 pada sesi pagi. Menjelang penutupan, indeks berhasil pulih signifikan dan mengakhiri perdagangan hanya dengan pelemahan tipis. Sebagai catatan, rekor tertinggi 52 minggu indeks saat ini berada di 72.831,73, sementara rekor terendahnya di 40.668,19.

Pergerakan fluktuatif bursa Tokyo hari ini didorong oleh sejumlah sentimen domestik maupun global. Penurunan tajam di sesi pagi dipicu oleh aksi ambil untung investor setelah musim rilis laporan keuangan emiten teknologi besar sebagian besar telah rampung. Saham kelas berat seperti SoftBank Group turun 2,51%, sementara Lasertec Corp anjlok hingga 11,68%, menjadi penekan utama indeks pada awal perdagangan. Sentimen pasar turut terbebani oleh pergerakan negatif bursa saham Amerika Serikat semalam, di mana indeks Dow Jones melemah 0,9% akibat laporan pendapatan emiten yang bervariasi.

Tekanan tambahan datang dari lonjakan harga minyak mentah West Texas Intermediate hingga di atas USD 75 per barel, akibat ketidakpastian geopolitik di Selat Hormuz, yang menekan psikologis investor karena potensi risiko inflasi. Pelaku pasar global juga cenderung bersikap wait-and-see menjelang rilis data Non-Farm Payrolls Amerika Serikat malam ini, yang akan menjadi kompas utama bagi arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.

Meski demikian, koreksi indeks berhasil diredam oleh masuknya aliran dana ke sektor non-teknologi. Saham produsen kabel Fujikura melonjak 13,66% dan Bandai Namco naik 10,01%, didukung oleh penguatan saham-saham perbankan dan manufaktur otomotif, sehingga rotasi sektor ini berperan penting dalam menahan Nikkei 225 agar tidak jatuh lebih dalam pada penutupan hari ini.