(Vibiznews – Bonds) Imbal hasil Treasury AS turun pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, setelah data Non Farm Payrolls AS menunjukkan secara tak terduga kehilangan 23.000 lapangan kerja pada bulan Juli. Hal ini memicu kekhawatiran baru mengenai pasar tenaga kerja sekaligus meredupkan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun—yang menjadi acuan utama untuk suku bunga hipotek, kredit kendaraan bermotor, dan utang kartu kredit—turun 4 basis poin menjadi 4,621%.
Imbal hasil obligasi Treasury tenor 2 tahun, yang lebih mencerminkan ekspektasi suku bunga jangka pendek Federal Reserve, turun lebih dari 6 basis poin menjadi 4,176%, mencapai level terendah sejak 17 Juli.
Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun turun 2 basis poin menjadi 5,189%.
Non Farm Payrolls turun sebanyak 23.000 (setelah penyesuaian musiman) pada bulan tersebut. Angka ini jauh dari perkiraan konsensus Dow Jones yang memprediksi penambahan 83.000 lapangan kerja.
Tingkat pengangguran turun menjadi 4,1%, berbeda dengan ekspektasi Wall Street yang memperkirakan angka tersebut tetap di 4,2%.
Laporan tersebut memperumit prospek bagi Federal Reserve, di mana para pengambil kebijakan terpecah pendapat mengenai arah suku bunga. Pasar tenaga kerja sempat menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada musim semi setelah kondisi yang lesu, meskipun inflasi tetap jauh di atas target 2% yang ditetapkan bank sentral.
Menyusul laporan ketenagakerjaan tersebut, para pelaku pasar menurunkan ekspektasi mengenai kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan bank sentral berikutnya di bulan September. Menurut perangkat FedWatch milik CME Group, peluang The Fed menaikkan suku bunga bulan depan turun menjadi 44%, sementara probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Oktober tercatat sebesar 58,3%.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, imbal hasil Treasury AS turun tertekan penurunan data Non Farm Payrolls Juli AS.







