Bursa Wall Street Senin Ditutup Melemah Terpicu Kenaikan Harga Minyak dan Imbal Hasil Treasury AS

58
Bursa Wall Street - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Senin waktu AS (17 Agustus 2026) berakhir kompak melemah pada perdagangan awal pekan. Investor cenderung bermain aman (risk-off) akibat lonjakan harga minyak mentah global serta merangkaknya imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah -0,51% atau 272,63 poin ke level 53.459,78. Indeks S&P 500 ditutup turun -0,52% atau 40,70 poin ke level 7.745,06. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite ditutup melemah -0,31% atau 84,25 poin ke level 26.644,91.

Tensi geopolitik antara AS dan Iran kembali menjadi sorotan utama pelaku pasar pada sesi perdagangan kali ini. Konflik di Timur Tengah memanas setelah adanya kepastian bahwa kesepakatan diplomasi atau nota kesepahaman (MoU) tidak diperpanjang, sehingga memicu kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan di jalur logistik energi strategis, Selat Hormuz.

Eskalasi ketegangan tersebut langsung berimbas pada lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent melonjak hingga menyentuh level USD 91 per barel, memicu kekhawatiran baru terhadap risiko kenaikan inflasi secara global yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter ke depan.

Tekanan tambahan bagi pasar saham datang dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil (yield) obligasi Treasury bertenor 10 tahun merangkak naik ke posisi 4,73%, yang secara otomatis menekan minat investor terhadap aset ekuitas atau saham seiring meningkatnya daya tarik instrumen pendapatan tetap.

Sikap wait and see turut mewarnai perdagangan hari Senin, dengan pelaku pasar menanti rilis laporan keuangan dari emiten-emiten ritel besar seperti Walmart, Home Depot, dan Lowe’s, yang akan menjadi indikator penting untuk mengukur kekuatan daya beli konsumen Amerika Serikat saat ini.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan lebih lanjut dari ketegangan geopolitik AS-Iran serta pergerakan harga minyak dan yield obligasi Treasury, sembari pasar bersiap mencermati rilis laporan keuangan emiten-emiten ritel besar yang akan memberikan gambaran kondisi konsumen AS menjelang akhir musim laporan keuangan kuartal kedua.