Bursa Wall Street Akhir Pekan Ditutup Naik Terbantu Kenaikan Saham Kripto, Kesehatan dan Ritel

28
New York Stock Exchange - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Jumat waktu AS (21 Agustus 2026) berakhir kompak menguat, berhasil bangkit memulihkan sebagian kerugian yang tercatat sepanjang pekan berkat dorongan kuat dari sektor kesehatan, keuangan, serta lonjakan saham-saham terkait kripto. Meskipun demikian, ketiga indeks utama tetap mencatatkan akumulasi penurunan dalam sepekan akibat guncangan volatilitas pasar obligasi domestik yang mewarnai perdagangan sebelumnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melonjak +0,98% atau 517,80 poin ke level 53.277,01. Indeks S&P 500 ditutup naik +0,43% atau 33,21 poin ke posisi 7.674,37. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite ditutup bertambah +0,44% atau 113,29 poin menjadi 26.180,46.

Intervensi pasar obligasi kembali menjadi faktor penopang utama pemulihan pasar pada sesi perdagangan kali ini. Menteri Keuangan AS Scott Bessent turun tangan meredakan gejolak di pasar surat utang jangka panjang dengan mengumumkan perluasan nilai operasi pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah hingga di atas USD 4 miliar per penerbitan, langkah yang membantu menstabilkan sentimen investor setelah yield sempat bergejolak tajam pada hari-hari sebelumnya.

Pesta saham kripto turut mewarnai penguatan pasar hari Jumat. Bitcoin meroket mendekati level USD 78.500 setelah Presiden Donald Trump mendesak Kongres untuk meloloskan regulasi yang mendukung industri kripto. Dampaknya, saham-saham terkait kripto ikut melesat, dengan Robinhood melonjak hampir +14% dan Coinbase tumbuh +8%.

Sektor kesehatan dan ritel turut menjadi penopang penting bagi indeks utama. Saham-saham berkapitalisasi besar (mega-cap) seperti Merck dan Johnson & Johnson tampil solid, sementara raksasa ritel Ross Stores melesat +8% setelah menaikkan proyeksi laba tahunannya. Kinerja solid dari sektor-sektor tersebut sukses menahan tekanan dari aksi jual yang masih berlangsung di sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh keberlanjutan intervensi Departemen Keuangan AS di pasar obligasi serta perkembangan regulasi industri kripto di Kongres, sembari pasar tetap mencermati rotasi sektor antara saham teknologi dan sektor defensif seperti kesehatan dan ritel menjelang pekan perdagangan berikutnya.