IHSG dan Rupiah Perkasa, akan Tertahan Sementara — Domestic Market Outlook, 24-28 August 2026

106
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada seminggu berlalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar keuangan di minggu lalu tampil bullish, baik IHSG maupun rupiah.
  • Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75%.
  • Neraca Pembayaran Indonesia kuartal II mencatat defisit sebesar 0,9 miliar dolar AS, turun signifikan dari kuartal sebelumnya.
  • Sentimen global saat ini masih sekitar tensi geopolitik Timur Tengah, khususnya Selat Hormuz dan gejolak harga minyak dunia.
  • Data ekonomi yang diperhatikan pasar pekan mendatang ini adalah rilis jum;ah uang beredar pada hari Senin nanti.

Minggu berikutnya, isyu prospek ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 24-28 August 2026.

===

Minggu yang baru lewat IHSG di pasar modal Indonesia terpantau kembali rally, ditopang kenaikan sektor utilitas dan finansial termasuk sejumlah emiten big-caps bank, bertengger di level 13,5 minggu tertingginya. Sementara itu, bursa kawasan Asia pada seminggu ini umumnya mixed di tengah gejolak geopolitik sekitar Selat Hormuz. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 1,93%, atau 123,802 poin, ke level 6.525,690.

Untuk minggu berikutnya (24-28 Agustus 2026), dipotong libur Selasa, IHSG kemungkinan akan sempat ditahan profit taking namun tetap bias positif secara bertahap, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.635 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,230 dan bila tembus ke level 6,029.

 

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan berlalu bergerak menguat di minggu ketiganya, mencapai area 13 minggu tertingginya, di antara BI Rate yang dipertahankan di level 5,75% dan menurunnya kekuatan dollar global. Rupiah secara mingguannya berakhir menguat 130 poin atau 0,73% ke level Rp17.690 per USD. Sementara, dollar global tertekan dekat dengan area 3,5 bulan terendahnya oleh sentimen negatif atas rencana buyback utang pemerintah AS yang dapat menekan dollar kembali.

Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan berupaya rebound lalu tertekan lagi, atau rupiah kemungkinan tertahan lalu kembali menguat, dalam range antara resistance di level Rp17.932 dan Rp18.090, sementara support di level Rp17.690 dan Rp17.600.

 

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau naik secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun yield obligasi – di minggu keempat — dan berakhir ke level 6,960%. Sementara yields US Treasury terpantau menguat di pekan ketiga.

===

Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 18-19 Agustus 2026.

Keputusan tersebut diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, sekaligus menjaga inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II 2026 mencatat defisit sebesar 0,9 miliar dolar AS. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan dengan defisit pada kuartal I yang sebesar 9,1 miliar dolar AS.

 

===

Sejumlah pelaku pasar adakalanya menghadapi masa-masa panik di tengah situasi tekanan pasar. Kadang-kadang investor bisa bereaksi secara sepertinya kurang logis atau over-reactive. Apapun itu, tidak mudah bereaksi bahkan secara logis pun pada saat pasar sedang heboh, gonjang-ganjing dan panik. Ini, antara lain, menunjukkan kuatnya fenomena psikologis dalam pasar, baik dalam individu per investor maupun di level pasar secara universal yang bisa disebut sebagai “psikologi pasar”. Di tengah kepanikan pasar demikian, ada saja investor yang bisa diuntungkan, lalu profit taking di posisi overbought-nya. Bagaimana pun, tidak mudah untuk mengikuti, memahami, apalagi memanfaatkan gejolak pasar yang naik turun.

Sebagaimana diketahui, Vibiznews.com adalah teman untuk membantu menganalisis pasar bagi Anda dan memetik keuntungan dari dinamikanya. Mungkin Anda telah membuktikannya juga sebelum ini. Terima kasih telah bersama kami, rekan sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting