Harga Minyak 24 Agustus 2026 : Turun Menjelang Pengumuman Sanksi AS Terhadap Iran

57

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah merosot pada hari Senin, 24 Agustus 2026, terpicu aksi profit taking setelah mengalami lonjakan tajam dalam sepekan, menjelang pengumuman dari Washington mengenai apa yang disebut Menteri Keuangan Scott Bessent sebagai “serangan finansial terbesar yang pernah ada” terhadap Iran.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS merosot 2,16% pada $85,18 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent merosot 1,72% pada $91,08 per barel.

Langkah-langkah baru ini diperkirakan akan memperluas sanksi terhadap sektor perbankan, energi, penerbangan, dan mata uang kripto Iran, sekaligus menyasar negara dan entitas yang terus menjalin bisnis dengan Teheran.
Kebijakan tersebut berpotensi semakin membatasi aliran minyak Iran, yang sebelumnya telah sangat terganggu akibat konflik dan blokade AS.

Iran telah memberikan respons tegas memperingatkan bahwa kapal-kapal yang melanggar aturan lintas di Selat Hormuz dapat dikenai denda, penyitaan, atau perampasan.

Teheran juga melontarkan ancaman terhadap negara-negara yang mendukung kampanye AS, sehingga memicu kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut pada jalur minyak vital tersebut—jalur yang sebelum perang dilalui oleh sekitar seperlima dari total pengiriman minyak lintas laut dunia.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak turun terpicu profit taking. Namun jika pengumuman sanksi AS terhadap Iran diumumkan dan memicu ketegangan AS-Iran, akan menguatkan harga minyak.

Harga minyak mentah berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $84,49-$83,80. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $86,22-$87,26.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $90,23-$89,38. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $92,00-$92,92.