(Vibiznews – Commodity) Harga emas bergerak naik, mendekati level tertinggi dalam tiga bulan pada hari Senin, 24 Agustus 2026, didorong oleh kekhawatiran mengenai risiko fiskal AS serta upaya Departemen Keuangan ASuntuk menekan biaya pinjaman jangka panjang yang mendukung permintaan terhadap logam mulia.
Harga emas spot bergerak naik 0,73% pada $4.637,35 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 bergerak naik 0,36% pada $4.697,3 per ons.
Emas melanjutkan tren penguatan yang signifikan setelah naik lebih dari 5% pekan lalu, yang menandai kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.
Lonjakan harga terbaru ini sangat dipengaruhi oleh keputusan mendadak Departemen Keuangan AS untuk meningkatkan pembelian surat utang pemerintah berjangka panjang. Langkah tersebut menekan imbal hasil obligasi dan nilai dolar, serta menghidupkan kembali pola perdagangan di mana investor lebih memilih aset riil seperti emas.
Menteri Keuangan Scott Bessent mengisyaratkan bahwa pemerintah dapat memperluas program pembelian kembali (buyback) tersebut dan menyatakan bahwa pemerintah akan segera meluncurkan inisiatif fiskal yang bertujuan mengatasi tingginya biaya pinjaman pemerintah.
Minat investor terhadap emas batangan meluas seiring dengan reli harga yang dipicu oleh langkah Treasury.
Pada saat yang sama, ketidakpastian geopolitik terus menopang permintaan terhadap aset-aset yang dianggap sebagai penyimpan nilai seperti emas.
Diberitakan pada hari Senin ini Menteri Keuangan Scott Bessent akan mengumumkan sanksi sebagai “serangan finansial terbesar yang pernah ada” terhadap Iran.
Langkah-langkah baru ini diperkirakan akan memperluas sanksi terhadap sektor perbankan, energi, penerbangan, dan mata uang kripto Iran, sekaligus menyasar negara dan entitas yang terus menjalin bisnis dengan Teheran.
Kebijakan tersebut berpotensi semakin membatasi aliran minyak Iran, yang sebelumnya telah sangat terganggu akibat konflik dan blokade AS.
Iran telah memberikan respons tegas memperingatkan bahwa kapal-kapal yang melanggar aturan lintas di Selat Hormuz dapat dikenai denda, penyitaan, atau perampasan.
Teheran juga melontarkan ancaman terhadap negara-negara yang mendukung kampanye AS, sehingga memicu kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut pada jalur minyak vital tersebut—jalur yang sebelum perang dilalui oleh sekitar seperlima dari total pengiriman minyak lintas laut dunia.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak naik dengan upaya Departemen Keuangan ASuntuk menekan biaya pinjaman jangka panjang yang mendukung permintaan terhadap logam mulia. Namun jika pengumuman sanksi AS terhadap Iran memicu ketegangan AS-Iran lebih meningkat dan menguatkan dolar AS, akan dapat menekan harga emas.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 4.665-4.693. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 4.604-4.570.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 4.725-4.754. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 4.660-4.624.








