Market Mover 25 Agustus 2026 : Sanksi Ekonomi AS Terhadap Iran Bangkitkan Ketegangan Geopolitik; Dapat Menaikkan Dolar AS dan Harga Minyak

106

(Vibiznews – Economy & Business) Amerika Serikat pada hari Senin meluncurkan kampanye untuk mengisolasi Iran dari ekonomi global, seraya memperingatkan bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran berisiko menghadapi sanksi AS.

“Kami meluncurkan serangan ekonomi terhadap jaringan keuangan Iran di seluruh dunia,” demikian diumumkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam konferensi pers di Washington. Ia menyebut langkah ini sebagai upaya “melumpuhkan ekonomi rezim tersebut.”

Disampaikan Bessent, bahwa Presiden AS Donald Trump menghubungi para pemimpin dunia secara langsung dengan permintaan khusus agar mereka menghentikan interaksi dengan rezim tersebut. Ia menyatakan bahwa negara-negara memiliki batas waktu tertentu untuk menghentikan kerja sama ekonomi dengan Iran, dan jika tidak dipatuhi, Departemen Keuangan akan bertindak secara sepihak.

AS berfokus pada lima sektor Iran, termasuk aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran. Bessent menolak untuk menetapkan jadwal pelaksanaan tindakan AS atau merinci langkah-langkah apa yang akan diambil oleh AS.

Saat ditanya apakah AS siap memutus akses bank-bank besar Tiongkok yang memfasilitasi perdagangan dengan Iran, Bessent menegaskan bahwa “tidak ada pihak yang kebal terhadap jangkauan sanksi AS.” Ia tidak menyebut nama Tiongkok atau negara lain secara spesifik, seraya mengatakan bahwa cara terbaik untuk menanganinya adalah melalui diplomasi diam-diam.

Pada bulan April, Bessent telah mengumumkan apa yang ia sebut sebagai “Economic Fury” (Kemarahan Ekonomi) terhadap Iran dan memperingatkan bahwa pemerintah siap menerapkan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan asing yang terus mendukung aktivitas Iran.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pengumunan sanksi ekonomi AS terhadap Iran memicu kembali ketegangan AS-Iran, yang dapat meningkatkan permintaan safe haven dolar AS dan meningkatkan harga minyak. Sebaliknya harga emas dapat bergerak turun terpicu penguatan dolar AS dan kekhawatiran peningkatan inflasi akibat kenaikan harga minyak.