Rekomendasi Harga Gula 25 Agustus 2026

32

(Vibiznews – Commodity) Harga gula dunia ditutup bervariasi pada sesi perdagangan terbaru, di mana harga gula mentah melanjutkan penguatan tipis mendekati level tertinggi tahunan, sementara harga gula kristal putih justru terkoreksi cukup dalam akibat redanya kekhawatiran pasokan jangka pendek di India.

Harga kontrak berjangka gula mentah dunia atau raw sugar #11 untuk kontrak Oktober di bursa New York naik tipis 0,23 persen atau 0,04 sen menjadi 17,65 sen dolar AS per pon. Komoditas ini mencatatkan kenaikan luar biasa sebesar 21,13 persen dalam sebulan terakhir akibat bayang-bayang krisis pasokan global. Berbeda arah, harga white sugar berjangka #5 untuk kontrak Oktober di bursa London justru ambles 2,85 persen atau turun 15,70 dolar AS menjadi 535,90 dolar AS per metrik ton, setara dengan sekitar 24,30 sen per pon.

Koreksi tajam pada harga gula putih ini dipicu oleh sentimen adekuasitas pasokan di India. Asosiasi Produsen Gula dan Bioenergi India (ISMA) menyatakan bahwa pasokan domestik dinilai sangat mencukupi untuk menghadapi lonjakan permintaan musim festival mendatang, dengan estimasi produksi India pada bulan Oktober diproyeksikan melonjak hingga 1 juta metrik ton, sehingga meredakan kepanikan kekurangan stok gula putih dunia.

Meski demikian, terlepas dari penurunan harga gula putih hari ini, tren jangka panjang gula dunia diprediksi tetap kuat atau bullish. Berbagai lembaga komoditas internasional seperti Green Pool dan StoneX merevisi naik estimasi defisit gula global untuk periode 2026/2027 menjadi 1,7 hingga 3,3 juta metrik ton, akibat ancaman kekeringan ekstrem dari kemarau panjang El Nino di India dan Thailand.

Faktor lain yang turut menguras pasokan global adalah pengalihan produksi ke sektor etanol. Kenaikan harga minyak mentah global akibat meluasnya konflik geopolitik di Timur Tengah memicu pabrik tebu di Brasil selaku produsen terbesar dunia untuk mengalihkan porsi pengolahan tebu mereka menjadi bahan bakar etanol yang dinilai lebih menguntungkan, alih-alih memprosesnya menjadi kristal gula mentah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah masih berpotensi bertahan di zona penguatan seiring sentimen defisit pasokan jangka panjang yang belum sepenuhnya mereda, meski harga gula putih berpotensi masih tertekan dalam jangka pendek pasca redanya kekhawatiran pasokan di India. Harga gula mentah diperkirakan bergerak menguji kisaran Resistance 17,85-18,05. Namun, jika tekanan jual lanjutan terjadi menyusul koreksi tajam di pasar gula putih, pergerakan berpotensi terkoreksi menuju kisaran Support 17,40-17,20.