Harga Minyak Sawit Selasa Ditutup Naik Tipis

44
sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau CPO untuk kontrak acuan pengiriman November 2026 di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat tipis pada perdagangan hari ini, Selasa (25/8/2026), ke level RM4.946 per metrik ton. Pasar komoditas sawit berupaya melakukan konsolidasi pasca-ambles parah yang terjadi pada sesi perdagangan awal pekan kemarin, ketika kontrak September sempat anjlok ke level RM4.720 per metrik ton dan kontrak Oktober berada di RM4.859 per metrik ton. Sementara itu, untuk kontrak pengiriman jauh Januari 2027 masih bertengger di kisaran RM5.064 per metrik ton.

Sentimen pasar jangka pendek hari ini masih dibayangi aksi ambil untung setelah harga CPO sempat mencetak kenaikan mingguan tertinggi hingga menembus level RM5.018 per metrik ton pada akhir pekan lalu. Tekanan tambahan datang dari koreksi mendalam harga minyak kedelai di bursa Chicago, serta adanya indikasi peningkatan akumulasi stok persediaan minyak sawit di gudang-gudang Malaysia. Kedua faktor ini membuat ruang penguatan harga CPO dunia menjadi terbatas, meski pasar berupaya bangkit dari koreksi tajam pada sesi sebelumnya.

Pergerakan harga CPO dunia hari ini juga tidak lepas dari korelasinya dengan pasar energi global. Turunnya harga minyak mentah dunia, dengan Brent berada di kisaran US$89,72 per barel dan WTI di level US$84,22 per barel, secara tidak langsung mengurangi daya tarik komoditas kelapa sawit sebagai bahan baku pencampuran energi alternatif atau biodiesel. Ketika harga energi fosil melemah, permintaan terhadap bahan bakar nabati substitusi seperti CPO turut ikut tertekan, sehingga membatasi ruang gerak harga di bursa berjangka Malaysia.

Dari sisi kebijakan, Kementerian Perdagangan RI masih memberlakukan Harga Referensi atau HR CPO untuk sepanjang bulan Agustus 2026 sebesar US$996,52 per metrik ton. Dengan acuan tersebut, pemerintah memberlakukan tarif Bea Keluar flat sebesar US$148 per metrik ton serta Pungutan Ekspor sebesar 12,5 persen atau setara US$124,56 per metrik ton, sebagai langkah untuk menopang hilirisasi industri sawit domestik di tengah dinamika harga global yang masih fluktuatif.

Mengikuti tren pelemahan di pasar global, pasar fisik domestik Indonesia turut mencatatkan koreksi. Tender fisik CPO dalam negeri skema Franco Dumai di KPBN Inacom mencatatkan status withdraw, dengan harga penawaran tertinggi bertahan di level Rp15.844 per kilogram, atau terkoreksi tipis sebesar 0,28 persen dibandingkan sesi sebelumnya.